Like Fanpage Bang Syaiha

Push Up Minimal 100 Kali Sehari

By Bang Syaiha | Wednesday, 20 September 2017 | Kategori: |


Sepertinya sudah hampir seminggu saya menantang diri saya sendiri untuk bisa minimal melakukan push up 100 kali sehari. Minimal ya! Bukan maksimal. Minimal adalah batas bawah dan tidak boleh kurang. Lebih sangat dianjurkan. Seperti kemarin, saya malah melakukannya hampir 200 kali sehari. Push up. Angkat badan, turunkan lagi. Naik turun lah pokoknya. 

Apa yang terjadi kemudian? 

Ya! Tentu saja lengan saya pegal-pegal. Otot dada saya sakit kalau dipegang. Dan ini dijadikan bahan usilan oleh istri saya. 

Ketika sedang duduk diam, dia datang dan secara tiba-tiba menekan dada saya dengan jari telunjuk. Duh, rasanya... Nyeri... Bukan karena sakit sih, lebih kepada karena otot dada yang barangkali lelah. Maklum, sejak beberapa tahun lalu saya tidak lagi push up setiap hari, jadilah sekalinya push up lagi, beberapa otot kaget. 

Ini sama saja dengan kalian ketika sudah lama tidak menulis. Misal kan awalnya kalian terbiasa menulis setiap hari, lalu karena sibuk atau karena malas, kalian berhenti dan tidak menulis lagi, maka bisa dipastikan ketika memulainya lagi, kalian akan kaget bukan main. Merasa bahwa menulis adalah pekerjaan berat dan membutuhkan banyak tenaga. 

Jemari kalian mungkin bakal kaku dan bingung hendak dilarikan ke huruf yang mana pada keyboard laptop. Kepala puyeng karena merasa tidak menemukan kalimat terbaik untuk diletakkan di awal tulisan, dan sebagainya. 

Menulis menjadi berat karena kalian sudah lama tidak melakukannya. 

Tidak hanya pada kegiatan menulis saja sih, banyak hal lain yang kalau tidak dibiasakan (atau sudah pernah dibiasakan dan kemudian berhenti) maka akan susah lagi memulainya. Berat. 

Membaca kitab Al Quran misalnya. Jangan dikira tilawah itu mudah! Nggak! Cobain aja sekarang, ambil wudhu dan kemudian baca deh. Dijamin, baru sebentar aja kayaknya pengen segera berhenti. Baru beberapa menit, udah ngerasa beberapa jam    itu saya aja kali ya!

Intinya, melakukan perbuatan baik itu, entah menulis, membaca Quran, dan lain sebagainya, adalah hal yang berat jika tidak dibiasakan. 

Lanjut tentang target saya minimal 100 kali push setiap hari ya....

Jadi, melakukan push up 100 kali sehari itu berat. Apalagi jika dilakukan sekaligus. Bisa patah tuh tangan. Terutama yang badannya berat. Maka yang saya lakukan adalah, membaginya dalam beberapa tahapan. Misalnya, pagi saya push up 40 - 50 kali. Itu pun nggak sekaligus. Setiap 20 kali saya berhenti dan beristirahat. 

Nanti sisanya saya cicil di siang hari ketika selesai shalat Zhuhur, lalu dilanjutkan ketika sore hari sebelum mandi sore. 

Alhamdulillah, dengan menerapkan hal demikian, target minimal 100 kali push up bisa selalu tercapai. Malah kadang bisa lebih. 

Dari sini saya belajar, bahwa untuk membiasakan diri pada pekerjaan yang baik harus dimulai pelan-pelan. Ingin bisa menulis setiap hari, maka kita harus melakukannya setiap hari. Pelan-pelan. 

Hari ini mungkin baru bisa menulis tentang curhatan-curhatan saja, tapi ya jalankan saja lah. Pelan tapi pasti, nanti tulisan kamu juga akan baik dengan sendirinya kok. Nggak ada yang salah dengan tulisan curhat.  Bahkan kalau dilakukan dengan konsisten dan terus-menerus, siapa tahu malah nanti bisa jadi buku, toh? 

Orang-orang yang kita kenal sebagai penulis besar itu juga dulunya pasti memulainya dengan tulisan curhatan. Apa yang dia lihat, dia dengar, dan dia rasa, kemudian dia tulis. Lama kelamaannya, karena dia konsisten menulisnya, ia bertransformasi menjadi seorang penulis handal yang banyak dikenal orang. 

Sama seperti push up tadi lah....

Sekarang mungkin nggak bisa langsung 100 kali. Tapi kalau dilakukan terus-menerus, saya yakin nanti saya bisa 100 kali sekaligus tanpa berhenti. Lah wong sekarang aja sudah bisa 30 kali sekaligus tanpa berhenti. Padahal menjalankan kebiasaan ini baru semingguan. 

Selain dua pelajaran di atas, pembiasaan dan bertahap, ada satu pelajaran lagi yang bisa saya ambil. Apa itu? 

Ya!

Hidup harus punya target. Mau nikah umur berapa? Mau punya penghasilan berapa? Mau tinggal dimana? Mau punya anak bagaimana? Mau berperan apa di masyarakat kelak? Dan sebagainya... Sekali lagi, hidup harus punya target. Harus jelas mau kemana dan seperti apa. 

Bukan untuk gaya-gayaan sih... Cuma biar lebih terarah dan jelas saja, apa yang sedang kita kejar... 

Demikian. 

15 komentar

avatar

Iya, Bang. Semua akan baik-baik saja kalau dibiasakan.

avatar

Setuju...
Saya sefaham dengan pemikiran Anda. Tapi yang bikin susah adalah memulainya. Dan Kalau tidak punya target sudah pasti tidak akan dimulai atau berhenti di tengah jalan. Dan target pun Harus bertahap jangan bikin target yg muluk2 nantinya malah mwnyusahkan diri sendiri.

avatar

Sepertinya saya harus pushup dulu agar bisa rajin nulis lagi. 😊

avatar

betul bang...
sedih deh kalo di inget mah..

avatar

Mengalir menembus sanubari membangkitkan semangat........ternyata semua bisa jadi bahan tulisan..

avatar

Sip.. Tulisannya keren memotivasi banget🙏

avatar

Semangat menulis, Ust...

avatar

Jangan diinget2, biar nggak sedih...

avatar

Hayuk atuh, mas... Push up lagi dan sehat...

avatar

Maka mari membiasakannya...

avatar

Saya pun sepakat dengan komentar anda ini... Semangat...

avatar

Kok merasa buat gue banget yah... Jazakallahu khair atas tulisan inspiratifnya


EmoticonEmoticon