Like Fanpage Bang Syaiha

Saya Bukan Penulis Sukses

By Bang Syaiha | Friday, 22 September 2017 | Kategori: | |


"Wah, ternyata Bang Syaiha nih penulis sukses ya!" kata seorang kawan ketika pertama kali bertemu. Dia membaca blog saya dan kemudian menyimpulkan demikian. Padahal, apanya yang penulis sukses? Lah wong menerbitkan buku aja cuma beberapa kali! Udah gitu, buku yang diterbitkan juga nggak begitu laku. Lalu, darimana dia bisa menyimpulkan saya sebagai penulis sukses?

Jauh sekali lah... 

Dulu sekali, saya memang berkeinginan menjadi penulis   sekarang masih sih, cuma nggak sesemangat dulu. Cuma ketika mendapati bahwa menjadi penulis itu tidak seenak yang dibayangkan, maka saya kemudian banting setir, ingin jualan aja deh. 

Menulis tetap, di blog ini. Nanti, barangkali juga saya akan menerbitkan buku lagi. Tentang bisnis, novel, atau apalah. Tapi entah kapan. Nunggu momen yang tepat. 

"Menjadi penulis tidak seenak yang dibayangkan, maksudnya gimana Bang?" 

Begini...

Pertama, mungkin sebagian penulis pemula beranggapan bahwa menjadi penulis itu menyenangkan sekali. Bisa menerbitkan buku, menjualnya, laku, dapat uang banyak, diundang kemana-mana, dan sebagainya. Itu benar sih, tapi nanti, ketika kita memang sudah punya nama dan karya banyak sekali. Kalau belum, ya perjuangan yang harus dilakukan masih panjang dan berdarah-darah. 

Menerbitkan buku itu tidak seenak yang dibayangkan. Tapi, oke lah... Sekarang ada penerbitan indie. Menghasilkan karya menjadi jauh lebih mudah. Punya uang, lalu terbitkan. Beres. Apakah masalah selesai? Belum... Karena setelah buku jadi, kita akan   mohon maaf   kebingungan menjualnya. 

Barangkali bukan karena buku yang kita hasilkan jelek. Tapi lebih kepada bahwa masyarakat kita ini, menjadikan membaca entah ada di urutan keberapa dalam list hobi mereka. 

Jika mereka punya uang 100ribu, mereka pasti akan memilih menggunakannya untuk, makan, jalan-jalan, beli baju, nonton film, atau kesenangan lainnya. Sedikit sekali yang menggunakannya untuk membeli buku di urutan pertama. 

Kedua, saya sudah berkeluarga dan saya harus realistik. Sehingga ketika mengetahui bahwa menjadi penulis, bagi saya sekarang tidak begitu bisa membuat anak istri saya makan enak, maka saya banting setir dulu, menjadi pebisnis online. Dari bidang ini, saya bisa mendapatkan banyak uang. Setidaknya jauh sekali bedanya jika dibandingkan dengan menjual buku-buku saya kemarin. 

Tersebab inilah, maka saya beberapa bulan ini belum menulis lagi untuk buku-buku saya. Ada beberapa ide yang berkeliaran, tapi belum saya susun menjadi sebuah buku. Barangkali nanti. Ketika saya sudah beres dengan urusan duniawi, sudah mapan dalam hal ekonomi, barulah saya akan menerbitkan buku lagi. 

Intinya, kelak, ketika saya menerbitkan buku, maka tujuan utamanya bukan karena uang lagi. Lebih kepada hobi saja. Seperti hobinya saya menulis di blog ini. 

Nah, karena kondisi inilah, maka beberapa minggu lalu, ketika ada beberapa orang yang menghubungi saya untuk mengajak saya mengisi seminar di tempat mereka, tentang kepenulisan, maka saya menolaknya. Nanti lah. Sekarang saya belum siap karena saya toh sudah tidak menulis dan menghasilkan buku lagi dalam kurun waktu beberapa bulan ini. 

Mereka memaksa...

Saya jawab, "Saya sudah tidak menjadi kan menulis sebagai prioritas pertama dalam hidup saya, setidaknya untuk saat ini, maka saya tidak berani mengisi seminar atau pelatihan tentang hal ini. Kuatir tidak maksimal jadi nya, kan? Kecuali jika anda mengundang saya dalam sebuah seminar bisnis online, maka saya pasti datang dan berbagi." 

"Jadi, Bang Syaiha sudah tidak akan menulis dan menghasilkan buku lagi?" dia berkata demikian, kemudian melanjutkan, "Sayang sekali ya, padahal tulisan Bang Syaiha di dua novel pertama kemarin bagus."

"Saya akan tetap menulis dan menghasilkan buku, tapi nanti. Ketika momennya sudah tepat. Tidak sekarang." 

"Oke, baiklah..." 

....dan mereka kemudian pasrah. Tidak memaksa saya hadir di kegiatan mereka lagi. 

Demikian. 

30 komentar

avatar

Apa judul novel bang Syai? Saya suka beli buku,apalagi kalo buku orang yg saya kenal. Atau baru kenal. Atau agak kenal...

avatar

Tetap menulis saja (kata seorang kawan memberi nasehat kpd saya) meski bukunya TDK diterbitkan atau belum diterbitkan lagi, masalah semangat sih bang yg kdg jd kendala, hihihi

avatar

Hidup memang harus realistis ya, Bang. Mungkin sekarang menulis hanya sekadar hobi. Yang penting tetap menulis.

*entah kenapa, kok ada rasa sedih membaca postingan Bang Syaiha kali ini. Rasa yang tidak bisa diungkap dengan kata. Atau saya yang terlalu perasa? Entahlah.

avatar

Sampai saat ini, saya masih menjadi kan menulis sebagai hobi

Ditunggu Bang, karya2 berikutnya

avatar

Kalo terus menunggu moment yang tepat kapan nambah bukunya??? πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

avatar

Semoga momen lekas datang ya bang hahaha

avatar

Realistik juga sih langkahnya...menulis untuk menghasilkan uang akan sangat tertekan dibandingkan menulis sebagai passion, hobi dan bermaksud berbagi kebaikan lewat tulisan..sukses bang...kapan2 ajarin juga dong bisnis onlinenya..hahahaha

avatar

Saya ingin jadi penulis yang amanah dalam setiap penyampaian nya... Aammiinnn

avatar

Di manapun tempatnya, toh itu tetap nulis Bang...

avatar

cuman segitu langkahnya ya: menulis, menulis, menulis, menulis =D

ditunggu lagi karya nya Bang, sy dah baca "Sepotong Diam"nya, hehe

avatar

Sukses itu ketika kita bisa bikin org banyak sukses bang. Spt dirimu yg telah buat grup odop^^

avatar

Semangat, bang. Semoga bisa terus menginspirasi.

avatar

Aamiin, semoga bisa terus menulis dan berbagi...

avatar

Wah, terimakasih sudah membaca... Semoga berkenan...

avatar

Itu aja sih yang ada di pikiran saya... Yang penting tetap nulis, dimana aja lah...

avatar

Semoga bisa menulis tanpa memikirkan uang ya, mas...

avatar

Nanti... Nambah tulisan aja dulu di blog ini...

avatar

Semangat menulis terus ya, mbak Nova... Semakin ciamik tulisannya soale...

avatar

Sip sip, terus menulis... Menulis terus....

avatar

Sepotong Diam dan Masih Ada, novel dwilogi...

avatar

judul novelnya bang Syaiha "Sepotong Diam" duh bikin penasaran

avatar

Menulislah, percaya saja tulisan akan menemukan nasibnya sendiri

-Bang syaiha-

avatar

Miris bacanya ya bang. Tapi harus tetap semangat menulisπŸ’ͺ

avatar

Sayangnya sudah habis dan tidak dicetak ulang lagi... Hehehe

avatar

Iya, makanya saya tetap menulis di blog ini...

avatar

Yoyoi, menulis mah tetap menulis, Insya Allah... Terutama menulis di blog ini, sebisa mungkin akan diisi terus...

avatar

Suatu saat, hobi itu akan menghasilkan... Insya Allah...


EmoticonEmoticon