Like Fanpage Bang Syaiha

Kemarin Saya Mangkir Nulis

By Bang Syaiha | Monday, 12 March 2018 | Kategori:

Rencana dan kenyataan kadang nggak sejalan
Kemarin saya mangkir menulis. Sudah saya niatkan sebenarnya, untuk menulis sebuah tulisan ringan di blog setiap hari, setiap pagi atau malam menjelang tidur. Nah, masalahnya, pagi kemarin, kepala saya sakit bukan main. Cenat-cenut! Benar-benar menyiksa sehingga saya tidak nyaman untuk menulis. 

Saya memutuskan untuk menunda, dalam hati berkata, "Ya udah lah, nulisnya nanti malam saja menjelang tidur. Ini kepala nggak bisa diajak kompromi soale."

Setelah memutuskan demikian, saya lalu tiduran hingga siang di kamar. Sambil sesekali memijat-mijat kepala bagian belakang yang sakitnya nggak ketulungan. 

Istri saya sampai berkata, "Minum obat aja kalau memang benar-benar sakit." 

Saya menjawab, "Nanti lah, masih bisa ditahan sih. Semoga agak siangan sudah baikan."

Tak lama setelah percakapan ringan dan singkat itu, saya terlelap. Karena memang, barangkali sakitnya kepala saya itu disebabkan kurang istirahat saja. 

Cuma, anggapan saya salah. Karena siangnya, ketika menjelang Zhuhur, saya terbangun dan mendapati kepala saya masih terasa berat. Duh Gusti! Saya paksakan berdiri dan kemudian minta dimasakkan air panas untuk mandi. Bagaimana pun saya harus Shalat dan saya ingin bersih-bersih. 

Di guyur air hangat, benar-benar menyenangkan. Kepala yang agak berat sebelumnya, menjadi lebih enteng. Masih sakit, tapi levelnya turun sedikit. Belum lagi ketika keramas menggunakan shampoo yang ada efek dinginnya. Nyes banget. 

Selesai mandi saya shalat dan kemudian bersantai hingga sore. Kepala masih sempoyongan. 

Malamnya, saya minta dibuatkan air jahe segelas besar. Dan dengan perantaran minuman itulah, kepala saya menjadi sangat ringan dan Alhamdulillah sembuh. Mungkin juga, penyembuhannya terjadi sejak pagi, mulai dari saya istirahat, lalu mandi air hangat, kemudian bersantai hingga sore, lalu puncaknya ketika meneguk air jahe. 

Saya senang, berkata dalam hati, "Bisa nih nulis. Pengennya nggak mangkir sehari pun. Biar bisa seperti dulu lagi, one day one post!" 

Tapi eh tapi, ketika jam 20.30-an, saat saya sudah membuka laptop untuk menulis, seorang tamu datang dan ada keperluan dengan saya. 

Mau bagaimana lagi? Waktu yang seharusnya saya sediakan buat menulis, saya tunda dan saya bercengkerama dengan tamu itu hingga larut. Kami memang sedang ada keperluan yang harus dibicarakan. Nggak bisa ditunda-tunda lagi. Karena obrolan itu bahkan sudah sejak beberapa bulan belakangan saya agendakan, cuma baru kesampaian tadi malam. 

Singkatnya, kemarin saya tidak menulis karena beberapa sebab. Sudah saya rencanakan sedemikian rupa, tetapi kenyataan berkata lain. 

Yah, begitulah... Kita kadang hanya bisa berencana. Keputusan akhir tetap ada di tangan Allah. 

...dan, selalu lah percaya bahwa keputusan Allah jauh lebih baik dibandingkan keputusan kita. 

2 komentar

avatar

Tulisannya enak dibaca, "renyah" bang. Mengalir alami. Pengen bisa nulis seperti bang sayiha. Jika ada waktu mohon "cacian dan makiannya" bang buat tulisan saya disini https://pabaiq.blogspot.co.id/2018/04/indonesia-tak-butuh-literasi.html?m=1
Maaf kan saya, sering ngintipin blognya... :-)


EmoticonEmoticon