Like Fanpage Bang Syaiha

Diam Saja atau Balaslah Sesekali

By Bang Syaiha | Sunday, 22 April 2018 | Kategori:

Jangan Urusi Hidup Orang Lain
"Bang..." kata seorang anggota tim online saya, "tetangga saya pada rese' nih. Masa saya dikatain begini: sayang bener, udah kuliah 4 tahun, biayanya mahal, eh malah kerjanya di rumah aja. Apa nggak sayang sama ijazahnya?"

Saya iseng, lalu nyeletuk   bahkan saya jadikan status di Facebook ding, "Nggak apa-apa, kalau mau ketus, jawab aja begini: sayang ya, udah kuliah 4 tahun, biaya mahal, eh malah kerjanya masih sama orang aja. Ikut bos. Masih jadi anak buat terus! Mandiri napa!" 

...dan saya tahu, itu jawaban yang ketus memang. Jarang-jarang juga saya update status demikian. Karena, saya ini, orangnya nggak enakan. Kuatir sekali kalau ada kalimat atau sikap saya yang menyinggung perasaan orang lain. Makanya, ketika status Facebook saya di atas dipublis dan ada yang berkomentar, saya selalu menjawab dengan kalimat yang mencairkan. 

Oke, balik ke topik ya...

Jadi, dalam hidup memang begini, ada saja orang yang tidak sepakat dengan apa yang kita lakukan. Saya menyebut mereka dengan orang-orang usil. Orang-orang yang merasa paling benar, lalu menganggap semua yang dilakukan orang lain salah. Orang-orang yang mengukur standar hidup orang lain, dengan standar hidup dia. 

Padahal, kita semua, ketika melakukan ini dan itu, pasti punya pertimbangan sendiri yang orang lain tentu tidak paham. Jadi, berhentilah mengurusi orang lain. Jangan paksakan ukuran sepatu kita, ke kaki orang lain. Karena mungkin kekecilan, atau kebesaran. Istilahnya begitu. 

Orang lain melakukan A, itu pasti sudah dipikirkan matang-matang. Dan bagi dia, itu pasti yang terbaik dan dia enjoy saja menikmatinya, hingga ada orang-orang usil yang berkomentar macam-macam. Ketika dibeginiin   diusilin orang lain dengan komentarnya, kita memang punya pilihan dua hal. Diam saja dan pura-pura nggak dengar, atau sesekali balas dengan kalimat yang bisa membuatnya mikir. 

"Idih, masa nih ya, kuliah udah S2, tapi kerja di rumah aja! Sayang banget sama ijazahnya!"

Bisa diam, atau balas: "Biarin, setidaknya saya mandiri dan tidak kelaparan. Saya malah punya karyawan yang jumlahnya puluhan. Daripada kamu, udah kuliah mahal, eh cuma jadi bawahan!" 

"Perempuan kok kerjanya jauh-jauh sih! Kenapa nggak di kampung aja? Jauh-jauh juga gaji nggak seberapa!"

Sama, bisa diam, atau balas: "Biarin. Setidaknya saya mandiri. Nggak berpangku tangan saja di rumah. Nggak malas-malasan. Karena dunia ini luas, banyak tempat yang harus kita kunjungi dan bisa dijadikan pelajaran." 

...dan masih banyak lagi.

Silakan, jika ada yang mengusili, diamkan atau balas saja sesekali. 

3 komentar

avatar

Setuju, Bang. Kalau mau balas, balas sekalian. Tapi saya biasanya hanya senyum saja, nggak balas dengan kata-kata. Hehehe

avatar

Gambar fiturnya kepotong. Mungkin bisa ditambah skrip ini sebelum < /head>: < style>img { max-width: 100%; }< /style>

avatar

Orang komen itu biasa. Karena memang itu media mereka untuk katarsis, melepas keresahan psikologis. Kalau aku sih biarkan saja. Biarkan kebutuhan psikologisnya terpenuhi.


EmoticonEmoticon