Like Fanpage Bang Syaiha

Duh, di NASA Mesti Mengajak Orang Ya?

By Bang Syaiha | Saturday, 21 April 2018 | Kategori:

Bisnis Jaringan
"Kalau bisnisnya nyari-nyari orang buat daftar, aku males ah..." kata seorang kawan ketika saya menjelaskan tentang bisnis NASA kepadanya. "Aku pengennya bisnis itu yang beneran bisnis, jualan produk gitu loh..."

"Loh, memang iya kok. Bisnis NASA itu ya jualan. Keuntungannya gede lagi! Bisa 30-100ribuan sekali bisa menjual sekali saja. Udah gitu, produk di NASA itu ada ratusan, loh. Lengkap!"

"Tapi katanya harus cari orang juga buat jadi member ya?" 

"Itu mah pilihan saja," saya menjawab singkat. "Gini deh.." saya membenarkan posisi duduk saya, lalu melanjutkan, "Pernah nggak belanja ke minimarket? Pasti pernah dong ya... Ketika hendak membayar ke kasir, sering toh dapat kalimat begini, 'Sudah ada kartu membernya mbak mas? Kalau sudah member, setiap kali belanja maka akan ada poin yang kalau sudah sampai sekian, bisa ditukarkan dengan produk lain. Keuntungan lain jadi member adalah, ada harga spesial yang tentu saja lebih murah.'?" 

Teman saya diam. Pasti dia pernah ditawari menjadi member sebuah minimarket atau swalayan. 
"Nah, di NASA pun demikian. Kita mengajak orang itu adalah agar ia mendapatkan harga lebih murah. Lalu, dia bisa menjual produk NASA dengan harga konsumen dan darisanalah dia mendapatkan keuntungan." 

"Ngerekrut orang nggak ada?" dia bertanya.

"Ada. Malah dianjurkan. Di NASA kita mengerjakan dua hal: jualan dan menginformasikan tentang NASA ke orang lain dengan tujuan dia mau bergabung dan menjadi member baru."

"Tapi..." dia masih hendak melanjutkan, "aku malu kalau harus ngajak orang..."

"Makanya, ketika mengajak orang itu niatinnya buat bantu orang dan ibadah ke Allah. Biar enak aja ngomongnya." saya diam sejenak, "Gini misalnya, ketika ada teman, saudara, atau siapa saja, yang kelihatan susah dalam hal ekonomi, maka sampaikan saja begini: Saya punya tawaran nih, bisnis NASA namanya. Daftar saja jadi member, cuma 200ribu, lalu nanti kamu bisa jualan di FB, WA, dan media sosial lainnya. Sekali kejual keuntungannya lumayan, loh..."

Gitu aja... Kalau dia mau gabung, ya Alhamdulillah... Nanti diajarin dan dibina biar bisa jualan. Dan kalau dia berhasil, maka insya Allah, kita bisa mendapatkan amal jariyah dari segala kebaikan yang dia terima. 

Makanya, niatin semuanya buat bantu orang dan ibadah. 

"Duh, mesti ngajak orang ya?" sekali lagi, teman saya masih ragu. 

Saya jawab aja spontan, "Iya lah, bisnis itu ya mengajak orang. Masa mengajak monyet. Hahaha..." Dia diam saja, kemudian saya menambahkan, "Gini deh, elu bisnis apapun, entah itu jualan baju, jualan pisang goreng, jualan es teh, dan lain-lain, elu kan nyari orang buat beli. Bukan nyari binatang."

"Ah, malah dijawab nggak serius." dia sewot. 

"Oke, deh..." saya paham dia pasti nggak suka sama MLM sebenarnya, "Gue tau kok kalau elu nggak suka sama MLM. Karena memang, selama ini MLM kesannya jelek semua. Cuma diminta ngerekrut orang, lalu udah, ditinggalkan. MLM yang elu kenal selama ini cuma menjual janji palsu dan angan-angan."

"Nah, itu dia..."

"Kalau di NASA nggak!" saya mencoba menjabarkan sepengetahuan saya, "di NASA itu, sama aja kayak bisnis Afrakids yang jualan baju anak itu. Kita mah intinya jualan produk dan mengajak orang bergabung untuk ikut berjualan juga. Kita nggak dapat bonus dari masuknya orang ke bisnis ini. Dalam jangka pendek nggak ada untungnya. Cuma dalam jangka panjang ada. Apalagi kalau jaringan kita besar."

"Nah, itu gimana tuh?"

"Gini aja deh... Datang aja ke rumah ya, nanti tak jelasin semuanya. Biar enak, sambil ngopi dan makan pisang goreng kita. Gimana?"

"Oke deh, kalau begini, saya demen nih..."

Percakapan pun selesai!


EmoticonEmoticon